Tegas Namun Merangkul: Komitmen Pengurus Manbaul Huda Tindak Lanjuti Absensi Dewan Guru


GRESIK — Lembaga Pendidikan Manbaul Huda baru saja menggelar agenda strategis berupa Diskusi Pendidikan pada hari Senin, 03 Agustus 2026. Forum ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus penyelarasan visi untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah-langkah peningkatan mutu pendidikan. Namun, pihak pengurus lembaga memberikan atensi khusus terhadap sejumlah anggota Dewan Guru yang belum berkesempatan hadir dalam agenda krusial tersebut.
Menyikapi hal ini, pengurus Manbaul Huda memastikan akan mengambil langkah tindak lanjut yang serius. Langkah ini diambil dengan mengedepankan prinsip keseimbangan: tegas secara struktural, namun tetap bernapas humanis dan kekeluargaan.
Ketegasan untuk Menjaga Ritme Organisasi Kehadiran setiap elemen pendidik dalam forum diskusi adalah fondasi utama bagi keberhasilan program-program sekolah. Absensi tanpa konfirmasi atau alasan yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menghambat laju informasi, koordinasi, dan penerapan disiplin positif yang sedang dibangun oleh lembaga.
Oleh karena itu, pengurus akan melakukan pendataan secara komprehensif dan menjadwalkan pemanggilan atau komunikasi langsung dengan guru-guru yang bersangkutan. Tindakan tegas ini merupakan bentuk penjagaan terhadap komitmen profesionalitas, memastikan bahwa tata kelola kelembagaan tetap berjalan tegak lurus sesuai dengan kerangka aturan yang telah disepakati bersama.
Pendekatan Humanis: Mengedepankan Tabayyun (Klarifikasi) Meski berpijak pada kedisiplinan institusi, pengurus Manbaul Huda sangat menyadari bahwa setiap guru adalah manusia biasa yang mungkin dihadapkan pada situasi genting di luar kendali—baik itu masalah kesehatan, urusan keluarga yang mendesak, maupun halangan force majeure lainnya.
Proses tindak lanjut ini tidak dirancang sebagai ajang penghakiman, melainkan sebagai ruang dialog dua arah. Pengurus akan mendengarkan terlebih dahulu kendala yang dialami oleh para pendidik sebelum merumuskan solusi atau evaluasi lanjutan. Pendekatan pembinaan yang solutif ini diharapkan dapat mengurai hambatan yang ada, sehingga setiap guru dapat kembali menjalankan amanahnya dengan optimal.
Seperti yang tergambar pada keseriusan namun santainya suasana rapat (merujuk pada dokumentasi dalam file), Manbaul Huda ingin memastikan bahwa setiap langkah kebijakan selalu berlandaskan pada semangat kebersamaan. Ketegasan diperlukan untuk merawat kedisiplinan dan profesionalisme, sementara sisi humanis mutlak dihadirkan untuk menjaga keutuhan hati keluarga besar pendidik. Kita bergerak bersama, demi satu tujuan: kemajuan anak didik kita.